STRATEGI KEBERLANJUTAN OPERASIONAL KLASTER UMKM DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN KEBIJAKAN PEMERINTAH: ANALISIS MULTI-KRITERIA PENGELOLAAN FASILITAS PEMASARAN DARI MODEL SUBSIDIZED KE COMMERCIAL RENTAL

Authors

  • Muhamad Haris Maknun Program Studi Teknik Industri, Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62207/f1849t79

Keywords:

Analytic Hierarchy Process (AHP); Multi-Criteria Decision Making (MCDM); keberlanjutan operasional; klaster UMKM; manajemen fasilitas; sewa komersial

Abstract

Perubahan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan fasilitas publik dapat menciptakan ketidakpastian operasional dan tekanan biaya bagi klaster Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama ketika fasilitas pemasaran bersubsidi harus dialihkan ke fasilitas komersial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak perubahan kebijakan terhadap keberlanjutan operasional klaster UMKM Kabupaten Kebumen serta merumuskan strategi pengelolaan fasilitas pemasaran yang optimal. Penelitian menggunakan desain mixed-methods dengan pendekatan sequential explanatory dan desain single case study pada Asosiasi UKM Kebumen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, focus group discussion, observasi, dokumentasi, dan data sekunder. Analisis kuantitatif menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam kerangka Multi-Criteria Decision Making (MCDM), sedangkan analisis ekonomi dilakukan melalui Cost-Benefit Analysis (CBA) dan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi dari subsidized facility di Gallery PLUT KUKM menuju commercial rental di Kastil Waterpark Gading meningkatkan biaya sewa tahunan dari Rp2.145.000 menjadi Rp17.500.000 atau sebesar 716%. Meskipun demikian, relokasi memberikan peluang peningkatan akses pasar dan menghasilkan peningkatan omzet sebesar 28% pada tiga bulan pertama operasional. Hasil AHP menunjukkan bahwa kriteria ekonomi merupakan faktor paling dominan dengan bobot 0,418, diikuti kriteria operasional sebesar 0,263 dan pemasaran serta exposure sebesar 0,160. Nilai Consistency Ratio sebesar 0,0152 menunjukkan tingkat konsistensi penilaian yang sangat baik, sementara analisis sensitivitas menunjukkan bahwa prioritas keputusan relatif stabil terhadap perubahan bobot kriteria ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan fasilitas pemasaran UMKM tidak hanya ditentukan oleh rendahnya biaya, tetapi oleh kemampuan fasilitas dalam menciptakan keseimbangan antara efisiensi biaya, efektivitas operasional, akses pasar, dan penciptaan nilai. Penelitian merekomendasikan pengembangan model hybrid facility, kontrak sewa jangka panjang dengan mekanisme penyesuaian biaya, penguatan kemitraan dengan sektor swasta dan kawasan wisata, serta digitalisasi manajemen operasional dan pemasaran.

References

Artana, K. B., et al. (2009). Multiple criteria decision making (MCDM) process in selecting location for floating storage and regasification unit (FSRU): A case study of Bali island project. Proceedings of the International Conference on Industrial Engineering and Operations Management, 234–245.

Azzat, N. N., & Sabilla, A. D. (2024). Keilmuan Teknik Industri untuk mendukung sustainability UMKM. Integrasi: Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 9(1), 77–87.

Bait, S., Lauria, S. M., & Schiraldi, M. M. (2021). Multi-criteria decision-making model for supporting manufacturing settlements location in Africa after COVID-19. Journal of Entrepreneurship in Emerging Economies, 14(3), 456–478. https://doi.org/10.1177/18479790211023348

Hadi, D. K., et al. (2023). Evaluation of sustainability supply chain performance in the food industry: A case study. Jurnal Teknik Industri, 24(2), 95–108. https://doi.org/10.22219/jtiumm.vol24.no2.95-108

Istifira, D. F., et al. (2025). Implementasi Pusat Layanan Usaha Terpadu-KUMKM bagi usaha mikro kecil menengah di Kabupaten Kendal. Jurnal Pembangunan dan Perencanaan Masyarakat, 12(1), 45–58.

Lok, K. L. (2021). The challenges of sustainable development on facilities management outsourcing services: An investigation in educational facilities. Sustainability, 13(15), 8156. https://doi.org/10.3390/su13158156

Pinem, A. P. R., et al. (2024). The comparative analysis of multi-criteria decision-making methods (MCDM) in priorities of industrial location development. Jurnal Infotel, 16(2), 120–135.

Raos, S., et al. (2024). Multi-criteria decision-making method for evaluation of different utilization alternatives. Decision Analytics Journal, 10, 100156. https://doi.org/10.1016/j.daj.2024.100156

Saaty, T. L. (2008). Decision making with the analytic hierarchy process. International Journal of Services Sciences, 1(1), 83–98. https://doi.org/10.1504/IJSSCI.2008.017590

Saputra, R. G., & Purnomo, M. R. A. (2025). Peningkatan produktivitas UMKM kuliner dengan pendekatan sustainable human resource management. JTI: Jurnal Teknik Industri, 11(1), 101–110. https://doi.org/10.24014/jti.v11i1.37297

S. B. H. M. S. S. B., et al. (2025). The role of sustainable supply chain management in enhancing firm sustainability: Evidence from shallot processed agroindustry SMEs in East Java, Indonesia. International Journal of Sustainable Development and Planning, 20(2), 567–582. https://doi.org/10.18280/ijsdp.200227

Topaloğlu, F. (2024). Development of a new hybrid method for multi-criteria decision making (MCDM) approach: A case study for facility location selection. Operational Research, 24(4), 1–28. https://doi.org/10.1007/s12351-024-00871-4

Triantaphyllou, E. (2000). Multi-criteria decision making methods: A comparative study. Kluwer Academic Publishers.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

STRATEGI KEBERLANJUTAN OPERASIONAL KLASTER UMKM DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN KEBIJAKAN PEMERINTAH: ANALISIS MULTI-KRITERIA PENGELOLAAN FASILITAS PEMASARAN DARI MODEL SUBSIDIZED KE COMMERCIAL RENTAL. (2026). Management Studies and Business Journal (PRODUCTIVITY), 3(6), 130-139. https://doi.org/10.62207/f1849t79