HAK KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN DENGAN DISABILITAS: TINJAUAN NARATIF TENTANG ADVOKASI KEPERAWATAN

Authors

  • Muhammad Muzakir Fahmi Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Riau, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62207/byd1wj41

Keywords:

Hak Kesehatan Reproduksi; Perempuan dengan Disabilitas; Advokasi Keperawatan; Hambatan Layanan; Otonomi

Abstract

Perempuan dengan disabilitas sering kali mengalami pengabaian hak reproduksi akibat kebijakan yang tidak inklusif dan stigma sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis secara kritis hambatan akses kesehatan reproduksi dan merumuskan peran advokasi perawat dalam melindungi hak-hak tersebut. Tinjauan naratif ini mensintesis literatur global dari database PubMed, CINAHL, dan Scopus (2014–2024) dengan fokus pada intervensi klinis, etika keperawatan, dan kebijakan kesehatan. Hambatan akses terbagi menjadi dua dimensi: sistemik (infrastruktur tidak memadai, kebijakan eksklusif) dan interpersonal (stigma, bias aseksualitas, kegagalan komunikasi). Tinjauan ini mengidentifikasi tiga tipologi advokasi keperawatan: Advokasi Pelindung, Pemberdayaan, dan Struktural. Meskipun perawat berperan sebagai jembatan penting, efektivitasnya sering terhambat oleh beban kerja dan kurangnya kompetensi budaya disabilitas.Diperlukan perubahan paradigma menuju asuhan yang mendukung otonomi penuh melalui reformasi pendidikan keperawatan dan standarisasi aksesibilitas institusional guna menjamin keadilan reproduksi bagi perempuan dengan disabilitas.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

HAK KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN DENGAN DISABILITAS: TINJAUAN NARATIF TENTANG ADVOKASI KEPERAWATAN. (2025). Medical Studies and Health Journal (SEHAT), 2(4), 508-520. https://doi.org/10.62207/byd1wj41