TRANSFORMASI PELAYANAN ANAK: INTEGRASI HERMENEUTIK DAN PRAKSIS GEREJAWI DALAM PENINGKATAN KAPASITAS PENGAJAR SEKOLAH MINGGU
DOI:
https://doi.org/10.62207/97t70102Keywords:
Pelayanan Anak, Hermeneutik Alkitabiah, Praksis Gerejawi, Pedagogi Digital, Sekolah Minggu, Gereja UrbanAbstract
Transformasi pelayanan anak di lingkungan urban kontemporer menghadapi tantangan serius berupa dikotomi antara kedalaman teologis dan kreativitas metode. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi fenomena "pedagogi tanpa teologi" melalui integrasi hermeneutik Alkitabiah dan praksis pedagogi digital bagi pengajar Sekolah Minggu. Menggunakan desain Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 25 pengajar di GKI Agus Salim Bekasi, penelitian ini menerapkan siklus kolaboratif yang meliputi pelatihan metode Inductive Bible Study (IBS) dan lokakarya media interaktif. Hasil penelitian menunjukkan pergeseran paradigma yang signifikan dari pendekatan moralistik-instruksional menjadi fasilitasi perjumpaan teologis yang kristosentris. Secara kuantitatif, akurasi hermeneutik meningkat dari 38% menjadi 85%, sementara kemampuan integrasi teologi dalam metode mengajar melonjak dari 35% ke 89%. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media digital dan gamification efektif sebagai wadah (vessel) pengajaran teologi yang kompleks bagi anak usia 6-12 tahun tanpa mereduksi bobot alkitabiah. Penelitian ini menghasilkan 10 Modul Ajar Transformatif sebagai prototipe pengembangan SDM gerejawi berbasis reflective practice. Implikasi penelitian menekankan pentingnya keseimbangan antara kompetensi biblika dan keterampilan komunikasi digital guna menjaga relevansi gereja di tengah arus sekularisme urban.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lilik Kusnadi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/?ref=chooser-v1











