KEHUJJAHAN HADIS NABAWI SEBAGAI DALIL NAHWU-SHARF: ANALISIS VALIDITAS BAHASA DENGAN METODE LINGUISTIK FORENSIK

Authors

  • Rifan Basahona Universitas Islam Negeri alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia Author
  • Baso Pallawagau Universitas Islam Negeri alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62207/4zr6yh61

Keywords:

Hadis Nabawi, Nahwu-Sharf, Linguistik Forensik, Validitas Bahasa, Kehujjahan

Abstract

Hadis Nabawi tidak hanya berfungsi sebagai sumber hukum Islam, tetapi juga sebagai sumber utama dalam pengembangan ilmu bahasa Arab, khususnya bidang nahwu dan sharf. Namun, muncul perdebatan tentang sejauh mana hadis dapat dijadikan dalil kebahasaan, mengingat potensi variasi linguistik yang muncul akibat perbedaan periwayatan dan dialektika Arab klasik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas kebahasaan hadis melalui pendekatan linguistik forensik, guna menilai kehujjahan hadis sebagai dasar kaidah nahwu-sharf. Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan analisis linguistik forensik untuk mengidentifikasi keaslian,  konsistensi, dan keakuratan struktur bahasa hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, hadis-hadis dengan sanad sahih juga memiliki koherensi linguistik yang tinggi dan sesuai dengan struktur bahasa Arab standar pada masa Nabi. Penerapan linguistik forensik terbukti efektif untuk menilai autentisitas bahasa teks keagamaan secara objektif. Kesimpulannya, hadis Nabawi dapat dijadikan dasar dalam pembentukan kaidah nahwu-sharf, dengan dukungan bukti linguistik forensik yang memperkuat kehujjahannya secara ilmiah.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

KEHUJJAHAN HADIS NABAWI SEBAGAI DALIL NAHWU-SHARF: ANALISIS VALIDITAS BAHASA DENGAN METODE LINGUISTIK FORENSIK. (2025). Islamic Studies Journal (ISLAM), 2(3), 256-266. https://doi.org/10.62207/4zr6yh61