KEHUJJAHAN HADIS NABAWI SEBAGAI DALIL NAHWU-SHARF: ANALISIS VALIDITAS BAHASA DENGAN METODE LINGUISTIK FORENSIK
DOI:
https://doi.org/10.62207/4zr6yh61Keywords:
Hadis Nabawi, Nahwu-Sharf, Linguistik Forensik, Validitas Bahasa, KehujjahanAbstract
Hadis Nabawi tidak hanya berfungsi sebagai sumber hukum Islam, tetapi juga sebagai sumber utama dalam pengembangan ilmu bahasa Arab, khususnya bidang nahwu dan sharf. Namun, muncul perdebatan tentang sejauh mana hadis dapat dijadikan dalil kebahasaan, mengingat potensi variasi linguistik yang muncul akibat perbedaan periwayatan dan dialektika Arab klasik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas kebahasaan hadis melalui pendekatan linguistik forensik, guna menilai kehujjahan hadis sebagai dasar kaidah nahwu-sharf. Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan analisis linguistik forensik untuk mengidentifikasi keaslian, konsistensi, dan keakuratan struktur bahasa hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, hadis-hadis dengan sanad sahih juga memiliki koherensi linguistik yang tinggi dan sesuai dengan struktur bahasa Arab standar pada masa Nabi. Penerapan linguistik forensik terbukti efektif untuk menilai autentisitas bahasa teks keagamaan secara objektif. Kesimpulannya, hadis Nabawi dapat dijadikan dasar dalam pembentukan kaidah nahwu-sharf, dengan dukungan bukti linguistik forensik yang memperkuat kehujjahannya secara ilmiah.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rifan Basahona, Baso Pallawagau (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/?ref=chooser-v1

















