PERBANDINGAN KEBEBASAN MANUSIA DENGAN TAKDIR PERSPEKTIF MUKTAZILAH DAN ASY’ARIYAH

Authors

  • Syarifah Syarifah UIN Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia Author
  • Alfi Julizun Azwar UIN Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia Author
  • Fenti Febriani UIN Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62207/25kz0f53

Keywords:

Asy’ariyah, Muktazilah, Kebebasan, Takdir, Teologi Islam

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan pandangan antara dua aliran besar dalam teologi Islam, yaitu Muktazilah dan Asy’ariyah, mengenai hubungan antara kehendak Tuhan dan kebebasan manusia dalam menentukan takdir. Fokus utama kajian ini adalah memahami bagaimana kedua aliran memaknai konsep takdir dan kehendak bebas, serta menelusuri titik persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif-komparatif, dengan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data. Sumber data terdiri atas literatur primer seperti buku Teologi Asy’ariyah, Teologi Islam,  Memahami Aliran Muktazilah dan kitab Al-Ibanah, serta data sekunder berupa tesis, artikel, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muktazilah menekankan kebebasan penuh manusia dalam bertindak, sebagai bagian dari keadilan Tuhan, dan menolak intervensi langsung Tuhan atas perbuatan manusia. Sebaliknya, Asy’ariyah berpandangan bahwa semua perbuatan manusia berada di bawah kehendak mutlak Tuhan, dan manusia hanya memiliki peran pasif berupa usaha (kasb). Meskipun berbeda, keduanya tetap sepakat bahwa Allah Swt adalah penguasa mutlak alam semesta, dan manusia tetap berperan sesuai batas-batas teologis masing-masing. Implikasi penelitian ini mendorong pemahaman teologis yang moderat, kritis, dan relevan terhadap isu takdir dan tanggung jawab manusia.

Downloads

Published

2025-10-30

How to Cite

PERBANDINGAN KEBEBASAN MANUSIA DENGAN TAKDIR PERSPEKTIF MUKTAZILAH DAN ASY’ARIYAH. (2025). Islamic Studies Journal (ISLAM), 2(2), 177-187. https://doi.org/10.62207/25kz0f53