PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DARI PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA DAN SENI TRADISIONAL BEKASI
DOI:
https://doi.org/10.62207/fg3pm495Keywords:
anak usia dini, sosial budaya, seni tradisional Bekasi, PAUD, perkembangan holistikAbstract
Penelitian ini menganalisis pengaruh perspektif sosial budaya dan seni terhadap perkembangan holistik anak usia dini (AUD, 0–6 tahun), dengan penekanan khusus pada pemanfaatan seni tradisional khas Bekasi sebagai muatan lokal pendidikan anak usia dini (PAUD). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus di TK berbasis budaya lokal di Kota Bekasi, temuan menunjukkan bahwa integrasi norma budaya seperti tradisi gotong royong dan kegiatan seni seperti tari tradisional dan seni lenong meningkatkan kemampuan sosial-emosional, kreativitas, dan identitas budaya hingga 75% berdasarkan observasi. Hasil ini didukung teori Vygotsky dan Bronfenbrenner, dengan rekomendasi kurikulum PAUD yang mengintegrasikan elemen seni tradisional Bekasi seperti tari topeng Bekasi, tari kobra ondel-ondel, lenong Bekasi, tanjidor, karinding, dan wayang kulit Betawi sebagai media stimulasi motorik, sosial, dan emosional anak sejak usia dini.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sulastri Sulastri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/?ref=chooser-v1












