GEOPOLITIK NIKEL INDONESIA: HILIRISASI, INVESTASI ASING, DAN PEREBUTAN MINERAL KRITIS GLOBAL
DOI:
https://doi.org/10.62207/f5wnzq13Keywords:
geopolitik; hilirisasi nikel; investasi asing; mineral kritis; resource nationalismAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi strategis Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia dalam rantai pasok mineral kritis global, mengkaji kebijakan hilirisasi sebagai strategi ekonomi dan geopolitik nasional, serta menganalisis pengaruh investasi asing dan persaingan negara-negara besar terhadap posisi tawar Indonesia di tengah transisi energi global. Penelitian menggunakan teori geopolitik Halford J. Mackinder dan resource nationalism Michael Ross sebagai kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui pemanfaatan publikasi ilmiah, dokumen pemerintah, laporan organisasi internasional, dan data statistik resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan cadangan nikel yang besar memperkuat posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis global. Kebijakan hilirisasi berhasil meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri nasional, sementara investasi asing mempercepat industrialisasi tetapi juga memunculkan tantangan berupa ketergantungan terhadap modal dan teknologi asing. Oleh karena itu, penguatan kapasitas industri nasional dan tata kelola investasi menjadi kunci dalam mendukung kedaulatan ekonomi serta kepentingan nasional Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Otniel Berkat Tatema Zebua (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/?ref=chooser-v1











