GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEKERJA SEX KOMERSIAL DI JALUR PANTAI UTARA TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TANPA RESEP DOKTER
DOI:
https://doi.org/10.62207/jse45g15Keywords:
pekerja seks komersial, obat tanpa resep, pengetahuan, sikap, swamedikasiAbstract
Penggunaan obat tanpa resep dokter masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti pekerja seks komersial (PSK) yang bekerja di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengetahuan dan sikap PSK di Jalur Pantai Utara (Pantura) terhadap penggunaan obat tanpa resep dokter. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi di tiga titik lokasi serta wawancara mendalam dengan lima informan, terdiri atas tiga PSK, seorang penjual obat kios informal, dan seorang koordinator lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses obat yang sangat mudah, rendahnya literasi obat, serta sikap permisif terhadap penggunaan obat menjadi faktor dominan yang mempengaruhi praktik swamedikasi. Pembahasan memperlihatkan bahwa perilaku ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individual, tetapi juga oleh lingkungan sosial dan ekonomi, termasuk peran penjual obat dan koordinator lapangan yang memperkuat pola penggunaan obat tanpa resep. Selain itu, kendala seperti stigma, biaya, dan waktu membuat PSK lebih memilih solusi cepat melalui swamedikasi dibandingkan konsultasi medis. Kesimpulannya, praktik penggunaan obat tanpa resep di kalangan PSK merupakan fenomena kompleks yang membutuhkan intervensi edukasi, pengawasan distribusi obat, serta peningkatan akses layanan kesehatan yang ramah dan mudah dijangkau.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kusno Haryanto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/?ref=chooser-v1











