UJI DAYA ANTIMIKROBA MINYAK ATSIRI DAUN GRINGSINGAN (HYPTIS SUAVEOLENS (L.) POIT.) TERHADAP BAKTERI SALMONELLA TYPHI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS DENGAN METODE DIFUSI AGAR

Authors

  • Yulius Baki Korassa Program Studi D III Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang, Indonesia Author
  • Ni Nyoman Yuliani Program Studi D III Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang, Indonesia Author
  • Maria Yangsye Lenggu Program Studi D III Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62207/avgcey68

Keywords:

Hyptis suaveolens, minyak atsiri, antibakteri, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus

Abstract

Daun gringsingan (Hyptis suaveolens (L.) Poit.) merupakan tanaman obat yang mengandung minyak atsiri dengan potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri daun gringsingan terhadap Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus. Minyak atsiri diperoleh melalui metode hidrodestilasi dari daun segar dengan rendemen sebesar 1,5% (v/b). Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi silinder pada lima konsentrasi minyak atsiri (0,1%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%), dengan amoksisilin 1% sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Diameter zona hambat diukur setelah inkubasi dan dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA. Minyak atsiri daun gringsingan menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji. Terhadap S. typhi, rata-rata diameter zona hambat berturut-turut sebesar 10,3; 10,8; 10,9; 12,9; dan 13,7 mm, sedangkan terhadap S. aureus sebesar 9,9; 10,3; 11,1; 11,4; dan 11,9 mm pada konsentrasi 0,1% hingga 2%. Peningkatan konsentrasi minyak atsiri diikuti dengan peningkatan diameter zona hambat, menunjukkan hubungan dosis–respons. Analisis statistik menunjukkan bahwa minyak atsiri daun gringsingan memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap kedua bakteri uji (p<0,05). Minyak atsiri daun gringsingan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus, dengan aktivitas terbaik pada konsentrasi 2%. Minyak atsiri menunjukkan daya hambat yang lebih besar terhadap S. typhi dibandingkan S. aureus, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami.

Downloads

Published

2026-06-05

How to Cite

UJI DAYA ANTIMIKROBA MINYAK ATSIRI DAUN GRINGSINGAN (HYPTIS SUAVEOLENS (L.) POIT.) TERHADAP BAKTERI SALMONELLA TYPHI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS DENGAN METODE DIFUSI AGAR. (2026). Medical Studies and Health Journal (SEHAT), 3(2), 611-623. https://doi.org/10.62207/avgcey68